Indonesia Next

For Better Indonesia!

Archive for February, 2008

Makanan dan Susu Formula Bayi yang beredar di Indonesia Terkontaminasi Enterobacter sakazakii

Posted by wandy on February 26, 2008

Makanan dan Susu Formula Bayi yang beredar di Indonesia Terkontaminasi Enterobacter sakazakii
Jumat, 15 Februari 2008

Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Dr. Sri Estuningsih, mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April – Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. ” Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal,” kata Estu. Menurut Estu, selain dirinya, beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain: Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, dan Dr. Rochman Naim.

Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, isolasi dan identifikasi E.sakazakii dalam 22 sampel susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 isolat E.sakazakii dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan enteroksin (racun) melalui uji sitolisis (penghancuran sel). Dari 12 isolat yang diujikan terdapat 6 isolat yang menghasilkan enteroksin. Uji selanjutnya adalah menguji isolat tersebut pada kemampuan toksinnya setelah dipanaskan. Terdapat 5 dari 6 isolat tersebut yang masih memiliki kemampuan sitolisis setelah dipanaskan.

Selanjutnya Estu menentukan satu kandidat dari isolat tersebut dan menguji enterotoksin serta bakteri vegetatifnya pada bayi mencit berusia enam hari. Bayi mencit diinfeksi melalui rute oral (cekok mulut) menggunakan sonde lambung khusus dan steril. Setelah 3 hari kemudian dilakukan pengambilan sampel organ mencit tersebut. “Hasil pengujian enteroksin murni dan enteroksin yang dipanaskan dan bakteri mengakibatkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode hispatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin.

Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit. Dari hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian tersebut. Sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk tersebut.

Estu secara pribadi telah menlihat langsung fasilitas salah satu perusahaan makanan dan susu formula dengan omzet terbesar di Indonesia. “Sebagian besar fasilitas tersebut telah memenuhi standar operasional prosedure perusahaan susu formula bayi, dan saat ini masih terus dilakukan upaya untuk mencegah kontaminasi tersebut,” ujar Estu. (ris)

SUMBER : http://www.ipb.ac.id

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

Mengapa Harus Blog?

Posted by kickassmanagement on February 22, 2008

Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan seorang kawan lama di Yahoo! Messenger. Beliau bertanya ketika saya ajak untuk ikut menulis blog, mengapa saya harus memilih blog sebagai media untuk menulis? Mengapa tidak di surat kabar, majalah, atau media lainnya?

Waktu itu saya secara spontan menjawab. Karena lebih mudah. Jawaban yang benar, singkat dan “menggantung” bukan? Belakangan saya juga berpikir demikian. Maka hari ini saya akan menjawab lebih detail pertanyaan kawan tersebut disini.

Mengapa Harus Blog? Read the rest of this entry »

Posted in Ekspresi, Iptek | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

nasionalisme?

Posted by serendipity55 on February 19, 2008

Be yourself… sebuah kata menuju pendaulatan diri, pendewasaan dan kemerdekaan diri. Prinsip yang terkesan ekspresif, apresiasif dan penuh ego

Well, gimana kalo diganti… be yournation… seberapa berdaulatkah bangsa ini dalam diri kita? Seberapa baik kita mengenal bangsa ini? seberapa perduli kita dengan bangsa ini? seberapa cinta kita dengan bangsa kita, bangsa Indonesia?  

Masih ingat ga,  peluh selama 12 tahun, sejak dibangku SD sampai dengan SMA menegakkan badan berbaris, mengangkat tangan kanan disamping kening, memberi hormat pada sang merah putih. Monday ceremonial…hanya itukah yang teringat? See this honest comment : http://www.diki.or.id/logpuch/?p=43

Read the rest of this entry »

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

Gambaran Penerus Bangsa Ini

Posted by wandy on February 18, 2008

Kemiskinan merupakan salah satu penyebab kejadian gizi buruk tersebut. Data dari Indonesia dan di negara lain menunjukkan adanya hubungan antara kurang gizi dan kemiskinan. Proporsi anak yang gizi kurang dan gizi buruk berbanding terbalik dengan pendapatan. Makin kecil pendapatan penduduk, makin tinggi persentase anak yang kekurangan gizi; makin tinggi pendapatan, makin kecil persentasenya.
Hubungannya bersifat timbal balik. Kurang gizi berpotensi sebagai penyebab kemiskinan melalui rendahnya pendidikan dan produktivitas. Sebaliknya, kemiskinan menyebabkan anak tidak mendapat makanan bergizi yang cukup sehingga kurang gizi dan seterusnya.
Jika kemiskinan tersebut terus berlangsung di negara ini maka ini lah gambaran masa depan generasi penerus di negara ini (gambar, metronews.com) :
aw-belu.jpgbg-lombok-tengah.jpgbi-pamekasan.jpgbt-surabaya.jpgtataplah-aku-renungkan-kondisiku.jpg
semoga tidak..
Saatnya semua pihak di negeri ini menyatakan perang terhadap kemiskinan…
Oleh : Irwandy
Artikel Terkait : 

Posted in Kesehatan | Tagged: , | Leave a Comment »

aakhhh…

Posted by serendipity55 on February 16, 2008

suara-suara serak…

suara-suara tertindas…

suara-suara teredam…

suara-suara terbongkar…

blow it out for freedom…

Posted in Ekspresi | Tagged: | 2 Comments »

Bangsa Ini Kembali di Permalukan

Posted by wandy on February 14, 2008

 endikkoeswoyo.blogspot.comBaru beberapa pekan yang lalu Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Malaysia (jumat, 11 jan) untuk membicarakan hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia yang sempat memanas beberapa waktu lalu akibat beberapa isu kontroversial.
Isu penting pertama adalah tuduhan bahwa Malaysia mencuri budaya Indonesia. Untuk masalah ini diputuskan Indonesia dan Malaysia akan membentuk dewan khusus beranggotakan tujuh orang dari masing-masing negara. Dewan ini akan membahas isu tersebut lebih lanjut dengan mengutamakan persamaan dan bukan perbedaan, sebagaimana imbauan PM Badawi. dan Isu penting kedua adalah menyangkut tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Untuk masalah ini Badawi memastikan adanya peningkatan kualitas perlindungan hukum. Saat ini saja, menurutnya ada 17 kasus penyiksaan TKI yang sedang diproses di pengadilan Malaysia. (liputan.com).
Belum reda mengenai beberapa isu diatas, kembali rakyat Indonesia dikejutkan oleh kebijakan yang kontroversial yang dilakukan oleh negara tetangga kita tersebut. kalau kita menyaksikan beberapa hari belakangan ini, nama Askar Wataniah mencuat di beberapa media di Indonesia. hal tersebut dikarenakan munculnya isu yang menyatakan bahwa beberapa warga negara kita di perbatasan direkrut oleh Askar Wataniah untuk dijadikan bagian dari tentara diraja Malaysia.
Portal resmi Kementrian Pertahanan Malaysia menyebutkan Askar Wataniah adalah tentara cadangan Angkatan Darat Malaysia. Badan ini dipimpin perwira tinggi berpangkat brigadir jenderal. Sesuai peraturan, askar terbuka hanya untuk warga negara Malaysia berusia 18-30 tahun, baik mahasiswa, pegawai, maupun profesional. Dengan keterampilan senjata, fisik, dan taktik standar ketentaraan, Askar Wataniah bertugas mendukung Tentara Diraja Malaysia dalam kegiatan bela negara. Dengan tugas ini, askar mirip dengan kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) milik TNI dan National Guard di Amerika Serikat.Setiap anggota askar mendapat gaji, insentif, dan asuransi layaknya anggota Tentara Diraja Malaysia. Mungkin iming-iming inilah yang menarik sejumlah WNI di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan menjadi anggota Askar Wataniah.
Perekrutan warga Indonesia menjadi milisi Malaysia tak lepas dari makin sulitnya perekonomian di perbatasan. Menjadi tentara Malaysia adalah pilihan untuk bertahan hidup. Selain keutuhan NKRI, hal terburuk jika suatu saat terjadi bentrok maka TNI akan perang dengan rakyat sendiri.
Hal ini tentu saja harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah di Negeri Indonesia kita tercinta ini. Bangsa dan rakyat negeri ini serasa telah dipermalukan oleh negara tetangga kita. semangat nasionalisme rakyat di negeri ini nampaknya sangatlah murah harganya. pertanyaan selanjutnya apakah patut rakyat kita yang disalahkan???
Kemiskinan dan sulitnya mencari kerja di negeri ini telah banyak menyebabkan rakyat di negeri ini melancong ke negeri jiran, tuk mencari hidup yang lebih layak. Bangsa Indoesia yang katanya adalah bangsa yang besar tidak lebih hanya sebuah bangsa penghasil “pembantu” bagi negara tetangganya.
Jika kita tidak ingin lagi dilecehkan oleh negara-negara lain, sudah waktunya Indonesia ini bangkit. Tugas utama pemerintah saat ini adalah tuk menciptakan kesehjatraan dan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyatnya. Rakyat makmur, Negara Kuat.. Rakyat Sehat, Negara Kuat.. Kita semua berharap..

Oleh : Irwandy Kapalawi, Mahasiswa Manajemen RS FKM UNHAS

Tuk Bangsaku Ini..

Posted in Sosial Politik | Tagged: , , | Leave a Comment »