Open Source dan Free Software, mengapa tidak ?
Posted by opreker on May 14, 2008
Belakangan aku tersadar akan sesuatu yang ternyata cukup krusial tapi tidak terperhatikan secara mendalam. Peristiwa ini terjadi ketika aku sedang berhadapan dengan klienku. Sebuah pertanyaan yang cukup signifikan.
“Pak, bagaimana aku bisa membuat Windowz (huruf z ini bukan sebuah kesalahan yach) menjadi original ?”
Waduh, aku harus menjawab ini bagaimana ? Aku terdiam sejenak, entah dari mana aku harus memulainya nech …….
“Maksud bapak ?” aku malah balik bertanya. Akhirnya percakapan panjang itu terjadi, intinya sech dia tidak mau ketika terjadi pemeriksaan komputernya termasuk kategori non-original.
Apa yang salah dengan bangsa ini ? Tanpa sadar kita telah kembali “terjajah”. Baik itu secara ekonomi dan teknologi. Bangsa ini bahkan kalah dengan Cina, Thailand, atau Malaysia negara kita sepertinya tertinggal jaun. Yach sepertinya aja loh, jangan salah, banyak kok anak negeri ini yang telah memberikan sumbangsih pikiran terhadap kemajuan dunia komputer, khususnya software-based, coba tengok beberapa aplikasi web-based yang telah mempunyai bahasa Indonesi, Mandriva (dulunya Mandrake) sudah sejak tahun 2000 (kalau saya tidak salah ingat, kalau salah mohon diingatkan) telah mempunyai bahasa Indonesia dalam proses instalasi maupun system (based KDE maupun Gnome)
Ya…ya… aku mengarah ke GNU/Linux (nantinya aku akan menyebutnya sebagai Linux aja). Mengapa ?. Pertanyaan ini sering terlontarkan. “ahhh linux susah”, “ahh linux tidak user friendly”, dan masih banyak lagi “ahh” “ahh” yang lainnya.
Tulisan singkat ini, tidak bermaksud untuk menggurui apalagi untuk mengupas Linux secara meluas, tidak, bukan kesana arah tulisan ini. Aku cuma berharap ada yang mau melongok (yach setidaknya cukup melongoklah, untuk pertama kalinya dan berikutnya akan merasakan mengapa Linus Torvalds memberikan simbol pinguin untuk sistem operasi ini
).
“ahh” pertama. “Ahh linux susah”.
Ijinkan aku menjawabnya secara pintas dan singkat, “ahh hanya perasaanmu saja
“.
Upss….. jangan marah, atau tersinggung. Baiklah, aku akan mencoba kamu-kamu yang termasuk kategori ini untuk melihat “kebelakang” (bukan ke toilet atau wc yach ….
) sejenak, mengenai pengalaman kamu-kamu saat menyentuh komputer.
Bagi kamu-kamu yang berusia diatas 33 tahun, mungkin sempat memegang Windoz 3.1.1 atau Workgroup, atau malahan pernah memegang dos (wah kalau yang ini parah yach ….. ). Masih ingat gak masa transisi antara windos 3.1.1 dengan windoz ‘95 ? atau (ini juga berlaku untuk yang berumur dibawah 33 tahun) antara windoz ‘98 (kebanyakan mungkin langsung loncat antara ‘98 ke Xp, ada juga yang sempat memegang windoz ME dan 2000) ke windoz XP dan sekarang berpindah ke windoz Vista.
Kalo mau jujur (itu juga kalau anda mau jujur dengan perasaan dan ingatan anda sendiri) ada gak rasa risih, susah, malas, ribet saat terjadi masa transisi tersebut ? jangan bohong dech (gak perlu ngomong kesiapa-siapa kok, cukup untuk diri anda sendiri). Rasa itu pasti ada, mungkin malah ada yang merasakan itu begitu besarnya sehingga sering menggerutu ketika masa transisi itu terjadi, ada juga yang cuma manut-manut wae, ada yang berusaha keras dengan membeli/membaca buku-buku, ada yang niat banget pergi kursus, nach loh ??????
Kata siapa windoz itu mudah ? kata siapa ? coba hitung dan coba ingat-ingat sebesar apa anda-anda harus berusaha keras untuk menguasainya dan akhirnya anda dikuasai oleh micro$oft !!
Adalah kebohongan besar kalau anda berani mengatakan windoz itu mudah, maaf salah besar. Linux susah ??? tidak ahhh (tidak salah lagi
), tidak salah lagi linux itu susah jika anda beranggapan itu, dan itu murni mental blocking loh, anda berani bilang linux itu susah, maaf anda sudah mencobanya ? anda sudah melihat-lihat dan memakainya ? anda sudah pernah merakan satu kali proses instalasi dan siap pakai (termasuk didalamnya dalam satu kali instalasi aplikasi office, game, pdf, internet –web browser, irc client, ftp client–), sudah pernah ??, sesusah mana dengan repotnya (masuk kategori susah khan ? ) merawat sistem windoz anda yang rentan banget terhadap virus ? atau bergejolaknya perasaan anda (wah kalau yang satu ini masuk kategori susah banget loh) ketika ada kabar akan ada sweeping windoz bajakan ? walahhhhhhhhhhhhhh, jika anda mau berpikir lebih logis, mana yang lebih susah ?.
Ok, baik aku mengerti, linux penuh dengan command line, weiitsss masa itu telah lewat bung, nyaris (aku bilang nyaris loh –jujur aja sech—) semua dapat dilakukan via gui (graphical user interface) atau yang kalian-kalian kenal dengan tampilan window, kalaupun ada yang harus dilakukan via command line, biasanya untuk konfigurasi tingkat mahir yang berarti lagi itu pun tidak pernah anda sentuh selama anda di windoz manapun.
Nah khan, gak udah bingung lah, command line hanya untuk administrasi level mahir, titik !!. Apa saja itu ??? hehehehe, mulai tertarik ? install-lah Linux dan anda kemungkinan besar akan berkata, “lha kok aku gak pernah pake command line yach ?”
.
“ahh” kedua “ahh linux tidak user friendly” ….
Ijinkan aku (lagi) menjawab, ahh masa ?
, coba liat baris-baris diatas …….. Sisi mana linux yang tidak user friendly ? Semuanya (nyaris) bisa dilakukan dengan klik sana klik sini.
Coba dech OpenSuse 10.3 atau Mandriva, dan kalian akan terkejut, betapa cantiknya tampilan mereka, dan satu lagi, kalau di windoz, kalian harus membuka file berextensi docx dengan Office 2007, karna Office dibawahnya tidak bisa membukanya, maka jangan heran kalau file dengan extensi docx akan dengan mudah terbuka di linux.
Nach, sekarang aku tanya, sisi mananya yang tidak user friendly ??
Ok …. apa hubungannya antara Linux dengan bangsa ini ? itu khan juga product luar negeri. Upsss ….. salah besar disitu !!!! Linux itu hasil kerja komunitas, dan komnunitas itu tersebar di seluruh dunia ini, termasuk juga Indonesia, lihatlah distro-distro buatan anak negeri ini, sudah banyak kok
, setidaknya cobalah dulu sebelum anda terbelunggu pada pikiran anda sendiri, sesuatu akan terlihat bias kalau anda tidak mencobanya sendiri, dan ini berlaku untuk yang satu ini.

serendipity55 said
belum nyoba aja kali yah jadi dipikir susah…
microsoft lebih getol marketingx seh jd pada cinta windowz…hehehe, lagi2 branding image…